Refleksi Hari Ibu


Ibu sekian lama aku hidup dalam indah belaian dan rasa sayangmu, selalu engkau menjadi pencerah hari – hariku disaat aku sedang terpuruk.

Meskipun terkadang anakmu ini selalu membantah dan terkadang bernada kasar terhadapmu, tapi engkau selalu menunjukkan rasa sabar dan rasa sayang menghadapinya tanpa ada rasa dendam d hati.

Walau apapun yang aku berikan mungkin tak akan dapat membalas besarnya kasih sayangmu terhadapku.

Diusiamu yang semakin hari semakin bertambah, anakmu ini belum bisa memberikan hal yang membanggakanmu.

mungkin hanya sebuah puisi ini yang dapat melukiskan betapa besar sayangku terhadapmu.

KASIH SAYANG IBU

Ibu,,
Kau kuat menanggung beban kandunganmu
Selama Sembilan bulan

Ibu,,
Kau selalu sabar membiarkanku berada di sana
Hingga proses kelahiran diriku

Ibu,,
Kau saksi betapa sakitnya perslinan itu
Batas hidup dan mati kau pertaruhkan untukku

Ibu,,
Saat tangis Mungilku terdendangkan
Berderai tangis harumu yang beriringi dengan senyum kebahagiaan

Ibu,,
Bayi itu kau selimuti dengan kasih sayang
Dengan Perasaan tulus dan tak terbantahkan

Ibu,,
Kau saksi pertama aku berceloteh mungil
Saksi pertama langkah-langkah kecilku

Ibu,,
Caramu indah dalam membesarkanku
Meski harus menempuh lika-liku hidup

Ibu,,
Saat aku dewasa
Tak ingin diriku menjadi saksi beribu-ribu pilumu

Ibu,,
Aku ingin kau Senantiasa bahagia
Meski dalam sahaja
Besama lelaki tercintamu
Yang biasa kusapa ayah

Ibu,,
aku sayang padamu
Ingin rasanya selalu didekatmu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s