Tulisan Hasil diskusi malam jum’at tgl 15-12-2011 dengan tema “islam dan budaya arab” di Rayon Teknologi Informasi


hasil diskusi malam jum’at tgl 15-12-2011 dengan tema “islam dan budaya arab” di Rayon Teknologi Informasi

 

Tidak sedikit ummat muslim di Indonesia yang merasa kesulitan ketika membedakan antara islam dengan budaya arab, sehingga sering terjadi perdebatan dan kesalah pahaman terhadap dua hal tersebut, terkadang budaya arab di anggap islam, begitu juga sebaliknya islam di anggap sebagai budaya arab,. Hal ini perlu kita pelajari lebih dalam agar kita dapat membedakan antara agama dan produk budaya,.. dimana budaya arab sudah lama kebaradaannya sebelum datngnya islam, dan kondisi arab pada waktu itu sudah tidak layak lagi di tempati manusia, dalam artian budaya yg ada di arab mungkin tidak seharusnya di lakukan oleh makhluk yang mempunyai akal yang kemudian datanglah Islam dengan membawa wahyu Allah SWT, yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Islam datang sebagai “pengkritik dan penyempurna” atas segala budaya-budaya yang ada di dunia. Kritik yang dilakukan Islam adalah dalam rangka menyempurnakan akhlaq manusia agar mereka dapat menciptakan kehidupan yang benar-benar manusiawi, baik akhlaq manusia terhadapa sangpencipta yang diistilahkan juga dengan “hablum minallah”, maupun akhlaq antara sesama manusia atau “hablum minan naas” dan ahlak terhadap alam yg di istilahkan dengan “hablum minal alam”

Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq-akhlaq yang mulia.” (H.R. Bukhari dan Ahmad.).

Fungsi Islam sebagai pengkritik ini dijalankan sejak pertama kali Islam di turunkan ke muka bumi ini. Berhubung Islam turun di Arab, maka budaya yang pertama kali dikritik oleh Islam adalah budaya arab.

Nah,………!!!!!

Kemudian yang selalu menjadi pertanyaan sahabat-sahabat,, kenapa islam di turunkan di arab ko’ bukan di jawa atau Madura….?????

berdsarkan refrensi yang sering kita dengar dan sering kita baca di artikel atau buku sejarah peradaban islam, maka disitu tidak ada penjelasan yang berbeda subtansi mengenai awal mula kondisi arab sebelum masuknya islam, legitimasi dari refrensi tersebut memberikan kami sedikit pemahaman bahwa Bangsa Arab sebagaimana bangsa-bangsa yang lainnya saat itu merupakan bangsa yang tenggelam paling jauh dalam berbagai kerusakan akhlaq, mereka gemar berperang baik antar suku maupun antar qabilah. Mereka juga gemar meminum khamr, judi dan mereka memperlakukan wanita layaknya seperti barang, dan kerusakan terbesar pada saat itu adalah perbuatan mereka yang beribadah kepada Allah namun juga beribadah kepada selain Allah (Syirik), dan masih banyak lagi kerusakan-kerusakan akhlaq lainnya pada masa itu yang menjadikan kehidupan mereka jauh dari sifat manusiawi yang hakiki, dan hal itulah yang menuntut islam turun di daerah arab.

Dan disitulah islam memulai mnjalankan fungsinya sebagai penkritik Di mulai dari hal yang terpenting yang menjadi prioritas utama yaitu kerusakan akhlaq manusia terhadap Allah yaitu perbuatan syirik. Dimana asas-asas budaya Arab yang saat itu mengandung unsur-unsur kesyirikan, dan segala kemaksiatan, semuanya dikoreksi total oleh Islam dan diganti dengan asas-asas yang berlandaskan ketauhidan kepada Allah, hingga akhirnya bangsa Arab berubah dari bangsa yang penuh dengan kesyirikan, khurafat dan sebagainya tadi, menjadi bangsa yang muwahhid (mentauhidkan Allah Ta`ala).

Nah, terus bagaimana dengan ummat muslim di Indonesia, apakah budaya yang di anut oleh orang islam di Indonesia adalah budaya arab, spertihalnya jilbab apakah kita harus memakai jilbab warna hitam dan menurupi seluruh tubuh sebagaimana yg di lakukan oleh orang-orang arab??? “Pertanyaan dari salah satu peserta diskusi”

Akhirnya forum diskusi lanjut berjalan dinamis…..

 

Jilbab masih saja di perdebatkan di kalangan umat islam sendiri khususnya di negara kita, pendapat pertama jilbab adalah wajib, sedangkan pendapat kedua mengatakan bahwa jilbab nggak wajib, berjilbab bukan kewajiban islam sebagaimana sholat, tapi jilbab hanya sekedar budaya Arab.

Sekarang mari kita telah tentang dua pendapat ini, yang berpendapat wajib tentu menyandarkan pendapatnya pada sumber hukum islam yakni  “Wahai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.”

Ayat ini disusul pula oleh surat Alquran yang lainnya; “Hendaklah mereka menutup khimar atau kerudung ke dada mereka”.

Kedua ayat di atas sudah jelas menunjukkan perintah berjilbab bagi wanita muslim, namun ada juga yang berpendapat lain bahwa berjilbab bukan kewajiban, tapi jilbab adalah budaya Arab, benarkah hal itu ?

Untuk lebih jelasnya mari kita kembali lagi membahas sejarah perkembangan budaya di tanah Arab sebelum Rasulullah di utus, pada beberapa riwayat disebutkan bahwa wanita-wanita di era jahiliyah sebelum islam datang, mereka suka berpakaian panjang “jilbab atau semacam gamis” sedangkan bagian dada dan lehernya tetap terbuka, mereka juga suka memakai kerudung tapi kerudungnya hanya dibiarkan menjuntai kebelakang,. Lalu ketika islam datang dengan diutusnya Rasulullah Sallahualaihi Wasallam, maka diperintahkan bagi wanita-wanita mukmin untuk menjulurkan atau menyempurnakan pakaian mereka agar menutupi seluruh tubuh mereka, dan menutupkan kerudung ke dada mereka.

Jadi dari penjelasan diatas dapat kita lihat bagaimana perbedaan antara kebudayaan Arab dan ajaran Islam, Islam datang bukan untuk merubah budaya yang ada namun islam datang untuk menyempurnkan budaya yang ada sehingga tercipta masyarakat yang memiliki peradaban dan akhlak yang tinggi.

Jangan karena islam pertama kali di turunkan di Arab lalu kita berkesimpulan bahwa budaya Arab adalah budaya islam, tidak semuanya begitu, budaya di negara manapun jika memang sesuai dengan islam dalam artian tidak melanggar aturan-aturan halal dan haram serta kaidah-kaidah dalam islam, maka kita boleh melestarikannya, namun jika budaya tersebut sudah keluar dari koridor ajaran islam maka disinilah ajaran islam sebagai “pengkritik” menyuruh kepada pengikutnya untuk membuang jauh-jauh budaya tersebut.

Dan kalau seumpamanya Islam pertama kali turun di Indonesia, pasti lah cara berpakaian wanita zaman doeloe khususnya di Jawa yang suka pakai “Kemben”  (istilah jawa : untuk pakaian wanita yang hanya sebatas dada) bakalan dirombak habis. Jadi, bukan budaya yang membentuk agama, tapi agamalah yang menjadi inspirasi dari lahirnya budaya-budaya yang lebih beradab.

Lalu bagaimana dengan model jilbab, apakah harus serba hitam persis seperti yang biasa dipakai di wanita-wanita di arab, dalam hal ini kami berpendapat lebih terbuka, bahwa tidak selalu kita meniru model berpakaian mereka, karena Al-Qur’an sendiri tidak secara detail menerangkan tentang suatu model pakaian, dan dari sini pula ruang budaya yang sesuai dengan kultur masing-masing negara mengambil perannya, dan itu syah-syah saja selama tidak bertentangan dengan kaidah-kaidah syariat islam.

Mohon kritikan dan sarannya apa bila ada yang salah dari tulisan kami, karna tulisan ini hanya berangkat dari pandangan kami yang sangat minim tentang ilmu keagamaan.

.

Wallahul muwafiq ila aqwamit thariq

Malang 20 desember 2011

Oleh: PMII Rayon Teknologi Informasi

Iklan

One comment on “Tulisan Hasil diskusi malam jum’at tgl 15-12-2011 dengan tema “islam dan budaya arab” di Rayon Teknologi Informasi

  1. salam+pergerakan.,!
    Mw ikt comen+shbt.. Jilbab sndiri kan fungsinya+untk mntp aurat perempuan.. Kalo diarap jilbb warnane hitam bercadar kan emang laki2 arb npsu hwane lbh besar dbndg org indo..jd wajib bercdr,sdgkn diindo jk dlht trdisi budaya kembn yg tk bgt mmbgktkn nafsu bg laki2 indo, mk asumsi sya ttp cra berjilbb atw sitrulaurat pun beda..

Tinggalkan Balasan ke solikin Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s