Ahlussunnah Wal Jama’ah (ASWAJA)


P r o l o g
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) adalah sebuah organisasi kader yang menjadi salah satu elemen gerakan mahasiswa di Indonesia. PMII merupakan wadah perjuangan, kreativitas dan proses aktualisasi diri bagi semua kader, dengan catatan bahwa mereka memiliki integritas, loyalitas dan komitmen yang kuat, serta tanggung jawab yang nyata sebagai bagian dari elemen gerakan mahasiswa. Dalam setiap langkah dan geraknya (both the way to move ‘n to act), PMII tetap komitmen untuk selalu berpegang teguh pada setiap prinsip, kerangka nilai, lebih-lebih pada setiap produk hukum (AD/ART) yang dihasilkan melalui mekanisme organisasi sehingga legal secara hukum dan kuat dalam aspek legitimasinya (merupakan kesepakatan bersama sesuai prosedur organisasi). Sesuai dengan namanya, PMII mempunyai acuan prinsipil dari sumber-sumber ke-islam-an (Khususnya Islam Aswaja) dan ke-Indonesia-an (Pancasila). Dua entitas sumber prinsipil tersebut menjadi sangat penting bagi PMII, karena kedua sumber nilai tersebut sama memiliki karakteristik nilai yang universal, fundamental (mendasar) dan bersifat terbuka satu sama lainnya, bahkan bagi kemungkinan-kemungkinan dialog dengan nilai-nilai agama, keyakinan dan ideologi lainnya. Dari dua sumber acuan prinsipil tersebut (ke-Islam-an Aswaja dan ke-Indonesia-an), kita akan lebih spesifik membahas, apa itu Aswaja? Dan apakah kaitan Aswaja dengan PMII sebagai elemen pergerakan mahasiswa di indonesia tercinta ini?

ASWAJA (Ahlussunnah Wal Jama’ah)

Baca lebih lanjut

Iklan

Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII


Mukadimah
Senantiasa memohon dan menjadikan Allah SWT sebagai sumber segala kebenaran dan tujuan hidup. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia berusaha menggali nilai-nilai ideal-moral, lahir dari pengalaman dan keberpihakan insan warga pergerakan dalam bentuk rumusan-rumusan yang diberi nama Nilai dasar Pergerakan (NDP) PMII. hal ini dibutuhkan untuk memberi kerangka, arti motivasi pergerakan dan sekaligus memberikan legitimasi dan
memperjelas terhadap apa saja yang akan dan harus dilakukan untuk mencapai cita-cita perjuangan sesuai dengan maksud didirikannya organisasi ini.
NDP adalah tali pengikat(kalimatun sawa) yang mempertemukan semua warga pergerakan dalam ranah dan semangat perjuangan yang sama. Seluruh warga PMII harus memahami dan menginternalisasikan nilai dasar PMII itu,
baik secara personal atau secara bersama-sama, dalam medan perjuangan social yang lebih luas dengan melakukan keberpihakan nyata melawan ketidakadilan, kesewenang-wenangan, kekerasan, dan tindakan-tindakan negative
lainnya. NDP ini, dengan demikian senantiasa memiliki kepedulian sosial yang tinggi (faqihfi mashalih al-kahliq fi ad-dunya atau faham dan peka terhadap kemaslahaatan mahluk dunia).

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII )


Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) merupakan salah satu elemen mahasiswa yang terus bercita-cita mewujudkan Indonesia ke depan menjadi lebih baik. PMII berdiri tanggal 17 April 1960 dengan latar belakang situasi politik tahun 1960-an yang mengharuskan mahasiswa turut andil dalam mewarnai kehidupan sosial politik di Indonesia. Pendirian PMII dimotori oleh kalangan muda NU (meskipun di kemudian hari dengan dicetuskannya Deklarasi Murnajati 14 Juli 1972, PMII menyatakan sikap independen dari lembaga NU). Di antara pendirinya adalah Mahbub Djunaidi dan Subhan ZE (seorang jurnalis sekaligus politikus legendaris).

1. Sejarah
Latar belakang pembentukan PMII
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) lahir karena menjadi suatu kebutuhan dalam menjawab tantangan zaman. Berdirinya organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia bermula dengan adanya hasrat kuat para mahasiswa NU untuk mendirikan organisasi mahasiswa yang berideologi Ahlusssunnah wal Jama’ah. Dibawah ini adalah beberapa hal yang dapat dikatakan sebagai penyebab berdirinya PMII:
– Carut marutnya situasi politik bangsa indonesia dalam kurun waktu 1950-1959.
– Tidak menentunya sistem pemerintahan dan perundang-undangan yang ada.
– Pisahnya NU dari Masyumi.
– Tidak terakomodasinya dan terpinggirkannya mahasiswa NU yang tergabung di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
– Kedekatan HMI dengan salah satu parpol yang ada (Masyumi) yang nota bene HMI adalah underbouw-nya.
Hal-hal tersebut diatas menimbulkan kegelisahan dan keinginan yang kuat dikalangan intelektual-intelektual muda NU untuk mendirikan organisasi sendiri sebagai wahana penyaluran aspirasi dan pengembangan potensi mahasiswa-mahsiswa yang berkultur NU. Disamping itu juga ada hasrat yang kuat dari kalangan mahsiswa NU untuk mendirikan organisasi mahasiswa yang berideologi Ahlussunnah Wal Jama’ah.

Baca lebih lanjut