Tulisan Hasil diskusi malam jum’at tgl 15-12-2011 dengan tema “islam dan budaya arab” di Rayon Teknologi Informasi


hasil diskusi malam jum’at tgl 15-12-2011 dengan tema “islam dan budaya arab” di Rayon Teknologi Informasi

 

Tidak sedikit ummat muslim di Indonesia yang merasa kesulitan ketika membedakan antara islam dengan budaya arab, sehingga sering terjadi perdebatan dan kesalah pahaman terhadap dua hal tersebut, terkadang budaya arab di anggap islam, begitu juga sebaliknya islam di anggap sebagai budaya arab,. Hal ini perlu kita pelajari lebih dalam agar kita dapat membedakan antara agama dan produk budaya,.. dimana budaya arab sudah lama kebaradaannya sebelum datngnya islam, dan kondisi arab pada waktu itu sudah tidak layak lagi di tempati manusia, dalam artian budaya yg ada di arab mungkin tidak seharusnya di lakukan oleh makhluk yang mempunyai akal yang kemudian datanglah Islam dengan membawa wahyu Allah SWT, yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Islam datang sebagai “pengkritik dan penyempurna” atas segala budaya-budaya yang ada di dunia. Kritik yang dilakukan Islam adalah dalam rangka menyempurnakan akhlaq manusia agar mereka dapat menciptakan kehidupan yang benar-benar manusiawi, baik akhlaq manusia terhadapa sangpencipta yang diistilahkan juga dengan “hablum minallah”, maupun akhlaq antara sesama manusia atau “hablum minan naas” dan ahlak terhadap alam yg di istilahkan dengan “hablum minal alam”

Baca lebih lanjut

Iklan

Komisariat Merdeka Competition


Melihat dan meraba beberapa hari yang lalu tepatnya hari jum’at pada tanggal 09 Desember 2011 pada kegiatan yang diadakan PMII Komisariat Merdeka Malang yaitu KOMER COMPETITION yang bertemakan “We Are The Champion My Friends” dan bertepatan dengan Hari Anti Korupsi  yang mana salah satu tujuannya untuk menggali potensi dan kreatifitas serta sikap sportifitas para warga PMII di Komisariat Merdeka Malang yang terdiri dari empat (4) rayon yaitu Rayon Teknologi Informasi, Rayon Gadjah Mada, Rayon Hukum, dan Rayon Fisip. Adapun perlombaan yang  di perlombakan meliputi lomba baca Puisi, Menulis opini dengan tema Korupsi, Menggambar, Orasi tentang Korupsi, dan Futsal. Perlombaan yang pertama yaitu Futsal yang berlangsung di Lapangan Futsal yang beralamatkan di jalan Galunggung pesertanya lima team yang terdiri dari team Komisariat Merdeka, team Rayon Teknologi Informasi, team Rayon Gadjah Mada, team Rayon Hukum, dan team Rayon Fisip kelima team tersebut bersaing secara sportif dan fair play dari awal sampai ditemukan team mana yang menduduki puncak klasmen dengan sistem point yang didapat. Yaitu team Rayon Fisip yang menduduki puncak klasmen, disusul dengan team Rayon Teknologi Informasi di peringkat 2, di peringkat 3 yaitu team Rayon Hukum, team Komisariat di peringkat 4, dan team Rayon Gadjah Mada di peringkat terakhir. Kemudian dihari kedua yaitu pada tanggal 10 Desember 2011 pukul 10.30 WIB di laksanakan serangkaian perlombaan selanjutnya yang di laksanakan di Ruang Kuliah Bersama (RKB) Fakultas Hukum Universitas Merdeka Malang di antaranya yaitu Menggambar, Menulis sekaligus mempresentasikan tulisannya tiap-tiap perserta, Puisi, dan Orasi yang pesertanya delegasi masing-masing Rayon di lingkungan PMII Komisariat Merdeka Malang dan penilaian dilakukan masing-masing juri pada setiap lomba. Kemudian hasil penilaian di umumkan pada hari berikutnya pada hari minggu pukul 19.30 WIB yang di buka oleh pembawa acara dengan do’a, pembacaan Sholawat secara bersama-sama dan menyayikan lagu Indonesia Raya dan Mars PMII, sambutan Ketua Pelaksana, dan Ketua Komisariat  sekaligus pembagian hadiah pada peserta yang memenangkan perlombaan pada tiap-tiap lomba dengan juara 1,2,3 dan juara umum yang diraih sahabat dari Rayon Fisip di tambah penampilan pensi dari tiap-tiap Rayon. Prosesi pembagian hadiah berangsung lancar dan menyenangkan. Prosesi penyerahan hadiah ditutup dengan do’a.

Demikian sedikit tulisan yang bisa Admin tulis, kurang lebiihnya mohon maaf. Admin mengharap Komentar, Saran serta Kritik agar bisa menutupi setiap celah yang ada dari sahabat-sahabat insan pergerakan karena Admin masih belajar. Terima Kasih.

Perilaku Internet (Online) Anak


Norton Online Family dari symantec melansir laporan yang mengungkapkan beberapa aspek rahasia tentang perilaku anak-anak ketika berinternet. berdasarkan survey yang dilakukan terhadap 24 Negara di bumi selama periode februaru dan maret 2011 pada 4.553 anak-anak pengguna online berusia 8-17 tahun, sekitar 58% anak-anak dari seluruh dunia menghadapi pengalaman negatif saat berinternet. Tahun lalu angka ini mencapai 62%. Tidak jarang dari mereka menjadi korban kejahatan internet (Cybercrime). Bahkan laporan ini juga mengindentifikasikan masalah baru yakni “cyberbaiting” dimana anak-anak mengejek guru dan mengganggu kelas kemudian merekamnya dan mengupload ke interner melalui ponsel, selain itu tingginya jumlah belanja inline anak-anak yang menggunakan kartu kredit orang tuanya semakin meningkat.
Trend Berinternet Anak

  • 95% selama periode 2010-2011, 9 dari 10 orang tua mengetahui anaknya mengakses internet.
  • 62% selama 2010, 62% anak-anak mendapatkan pengalaman negatif saat berinternet.
  • 58%, 2011, 58% anak-anak mendapatkan pengalaman negatif saat berinternet.

Keamanan Internet Sekolah

  • 51% Hanya separuh guru yang mengatakan mereka berinteraksi dengan siswanya melalui jejaring sosial.
  • 24% secara global, seperempat guru mengatakan sekolah mereka tidak memiliki materi pelajaran keamanan berinternet.
  • 12% 1 dari 10 guru tahu jika sekolah mereka memiliki kurikulum keamanan berinternet.

Baca lebih lanjut

Peringatan HAK (Hari Anti Korupsi) 9 Desember


Korupsi=BencanaPeringatan Hari Anti Korupsi pada tahun ini merupakan momentum yang kuat guna memberantas korupsi untuk memperbaiki martabat bangsa. penyakit bangsa yaitu Korupsi yang sedang sibuk merongrong bangsa Indonesia saat ini adalah momok yang harus  diberantas bersama demi mewujudkan Indonesia yang bersih tentunya tidak hanya dengan diam dan terdiam untuk mewujudkan itu semua. Tentunya sangat perlu adanya pergerakan bersama Ribuan bahkan jutaan rakyat di negara ini menginginkan negaranya bersih dari tindakan korupsi yang merusak martabat bangsa. Gerakan anti korupsi dapat ditindaklanjuti secara serius, sehingga pemerintah dalam melakukan kinerja nantinya benar-benar bersih dari tindakan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Korupsi harus dilawan, karena korupsi dapat merugikan keuangan dan sendi-sendi perekonomian negara, serta menghambat gerak maju pembangunan. Oleh sebab itu, bersama komponen bangsa Indonesia terutama jajaran pemerintahan, kepolisian, LSM, mahasiswa, dan pelajar harus bertekad mencegah dan melawan serta mengawasi secara ketat adanya tindak pidana korupsi. banyak persoalan yang membelit bangsa Indonesia ini terjadi akibat ketiadaan transparansi dan akuntabilitas di sektor publik, masyarakat maupun swasta. Terjadinya tarik menarik kepentingan antar individu atau kelompok serta praktik kesewenang-wenangan kekuasaan telah menimbulkan biaya sosial dan ekonomi yang sangat tinggi. Kondisi tersebut membebani kehidupan masyarakat secara tidak proporsional, menghambat tumbuhnya iklim berusaha yang sehat, dan merusak lingkungan dalam arti seluas-luasnya. Karena itu, harus diupayakan untuk menumbuhkan tata kehidupan masyarakat yang transparan dan akuntabel sebagai bagian dari langkah-langkah penyelenggaraan Good Goverment. terciptanya good government dan clean government merupakan ujung tombak pemberantasan korupsi. Setiap pengelola keuangan diwajibkan untuk menandatangani fakta integritas, karena itu merupakan bagian dari tanggung jawab untuk mengelola keuangan negara. Dalam hubungan ini sangat penting menciptakan iklim nasional yang kondusif, dan merangsang tumbuh dan berkembangnya masyarakat yang bermoral dan beretika menuju terbangunnya bangsa Indonesia yang jujur, bersih, adil dan transparans.

Hari Guru 25 November


Setiap 25 November diperingati sebagai “Hari Guru” secara internasional, termasuk di Indonesia. Momentum peringatan ini sebaiknya juga digunakan untuk melakukan introspeksi. Artinya,   ini merupakan momentum bagi guru, pahlawan tanpa tanda jasa untuk melakukan introspeksi diri; tentang peran  guru dalam pembangunan.
Satu  bangsa merupakan komunitas besar. Baik komunitas wailayah, suku, maupun profesi.  Komunitas yang berperan dalam mengubah nasib adalah profesi. Jika dilihat dari segi profesi, terdapat berbagai profesi, misalnya ada petani, nelayan, pedagang, dokter, ahli hukum, arsitek, dan guru.  Di antara banyak profesi itu, “Siapakah yang bisa mengubah nasib bangsa?”
Jawaban pertanyaan itu, “Guru lah yang bisa mengubah nasib bangsa”. Artinya, guru sangat berperan penting dalam mengubah nasib satu bangsa.
Begitu penting dan menentukan sekali peran profesi guru dalam mengubah nasib bangsa  merupakan sebuah ekspektasi yang wajar karena guru bertugas mendidik dan mengajar anak-anak bangsa, mengubah perilaku,  membentuk karakter. Sebuah tugas yang sangat fundamental. Kalau bangsa Indonesia ingin melakukan perbaikan keadaan bangsa  Indonesia di masa datang, harapan itu tertumpang  kepada guru, dunia pendidikan.

Baca lebih lanjut